Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teknik Pemupukan Kedelai Mulai dari Waktu Hingga Jenisnya

Pengetahuan mengenai pemupukan kedelai harus diketahui oleh para petani sebelum menanam. Karena, pupuk adalah makanan dan nutrisi untuk menghadapi berbagai ancaman seperti virus, hama, dan jamur.

Perlu diketahui bahwa, bahan tersebut mempunyai berbagai unsur. Jika, salah satunya berlebihan maka, hasilnya kurang bagus. Begitu juga jika kondisinya kurang pertumbuhannya dapat terhambat dan kualitasnya akan memburuk.

Memberikan pupuk menjadi faktor penting yang harus diperhatikan oleh semua petani agar hasilnya melimpah. Hanya saja, ada takaran dosis harus dipenuhi agar tidak berlebihan. Tetapi, lihat dulu bagaimana kondisi tanahnya.

Biasanya, tanah yang pernah ditanami kacang tingkat kesuburannya tinggi. Oleh karena itu, kandungan urea lebih baik 50 kg/ha. Takarannya akan terus naik bila kondisi kurang subur, bisa mencapai 100 kg/ha.

Sementara, untuk Sp36 dan KCI sendiri mempunyai gramasi tidak jauh berbeda yaitu 50 – 75 kg/ha. Dalam prosesnya Anda harus memperhatikan terlebih dulu bagaimana waktu paling tepat memberikan pupuk ini.
 
Pemupukan Kedelai

Teknik Pemupukan Kedelai Mulai dari Waktu Hingga Jenisnya

Waktu Paling Tepat Pemupukan Kedelai

Pupuk dasar menjadi poin penting dimana, melakukannya ketika usia dari benih sudah 3 sampai 5 hari, tetapi ada juga yang mengatakan 7 hari baru boleh. Dalam pemberiannya jangan hanya disebar.

Melainkan, ditabur saja pada lubang tanam dengan jaraknya kurang lebih 7 sampai 10 cm. Untuk dosis N dan K hanya diberikan 2/3 saja. Sementara, untuk P diharapkan bisa penuh. 

Kondisi membuat tanaman lebih tahan terhadap berbagai macam hama, pertumbuhan akar juga lebih bagus. Selanjutnya, pemupukan kedelai dilanjutkan dengan susulan yang waktunya sendiri kurang lebih 20 hingga 30 hari.

Pada tahap ini Anda baru bisa menaburkannya pada sekeliling tanaman, hanya saja untuk jaraknya kurang lebih 10 cm. Berbeda dengan awal, untuk pemberian dosisinya cukup 1/3 saja hanya N serta K saja.

Pada dasarnya proses pemupukan ini hanya sebagai acuan saja. karena, setiap kondisi lahan satu dengan lainnya berbeda. Sekaligus, bagaimana hasilnya ketika diberikan pertama kali. Apakah sesuai harapan atau tidak.

Langkah ini harus disertai dengan penelitian. karena, pupuk sendiri merupakan nutrisi agar tanaman mampu tahan terhadap penyakit. Biasanya prosesnya dapat dilakukan pada saat tahap pertama, baru untuk susulannya akan ditentukan.

Dengan konsep seperti ini, kemungkinan menggunakan pestisida sebagai upaya menghindarkan kedelai dari penyakit dapat dihindari. Jadi, perhatikan dengan benar, mulai dari gramasi sampai waktunya pemberiannya agar hasilnya memuaskan.

Jenis Pemupukan kedelai yang tepat

Ada berbagai macam pupuk yang dapat dipilih. Hanya saja, pastikan semuanya bersifat organik. Karena, dari segi hasil jauh lebih efektif dibandingkan non, sistem pemeliharaannya tepat untuk menjaga kandungan hara.

Biasanya beberapa petani menggunakan pupuk kandang sebagai pilihan. Mereka memanfaatkan berbagai kotoran hewan seperti sapi, unggas, dan kambing. Perlu disimak, ketiganya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Untuk menentukan mana lebih baik lihat dulu lahan tersebut.  Terutama unsur hara di dalam tanah Biasanya, kondisi subur bisa menggunakan kotoran sapi tetapi, untuk kurang subur lebih baik memakai ayam.

Menurut penelitian pemakaian tersebu hasilnya akan berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh kandungan di dalamnya juga berbeda. Hal tersebut dapat diketahui dari unsur N, P, serta K dimana ayam jauh lebih unggul.

Proses ini menjadi salah satu faktor penting, memastikan kondisi tanaman kedepannya. Ketika mati tidak hanya satu, bisa saja beberapa sehingga, hasil produksinya akan menurun drastis, tidak ingin seperti ini bukan?

Oleh karena itu, pelajari lebih lanjut mengenai berbagai tahapan perawatan lainnya. Dengan begini proses pemupukan kedelai bisa menjadi teknik sempurna menghasilkan tanaman unggul dan punya nilai jual tinggi.

Posting Komentar untuk "Teknik Pemupukan Kedelai Mulai dari Waktu Hingga Jenisnya"