Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mencampur Insektisida dan Pupuk daun yang Tepat

cara mencampur Insektisida
Cara Mencampur Insektisida (Foto: Kampus tani)

Insektisida menjadi bagian penting dalam pengoptimalisasi hasil budidaya pertanian, khususnya untuk mencegah dan mengendalikan serangan pada tanaman budidaya. Dalam pengaplikasiannya, tak jarang para petani akan mencampurkan insektisida dengan bahan lain. 

Bagi yang belum tahu, sobat pasti bertanya-tanya bagaimana cara mencampur insektisida tersebut, ‘kan?

Untuk lebih jelasnya, sobat bisa simak informasi mengenai cara mencampur insektisida berikut ini:

Sekilas Mengenai Insektisida

Insektisida termasuk ke dalam jenis pestisida. Biasanya, insektisida digunakan untuk mengendalikan hama tanaman berupa serangga.

Kelompok insektisida sendiri dibagi menjadi dua, yaitu ovisida untuk mengendalikan telur serangga serta larvasida untuk mengendalikan larva serangga.

Tentunya, dalam menggunakan insektisida harus berdasarkan konsepsi Pengendalian Hama Terpadu (PHT), yaitu:

  • Tepat sasaran

  • Tepat mutu

  • Tepat jenisnya

  • Tepat waktu

  • Tepat dosis

  • Tepat cara penggunaan

Sementara itu, insektisida terbagi menjadi dua jenis, yaitu organik dan non organik. Insektisida organik memiliki kandungan unsur karbon, sementara insektisida non organik tidak memilikinya.

Tak hanya itu, insektisida organik biasanya memiliki sifat alami karena diperoleh dari makluk hidup yang dikenal dengan insektisida hayati.

Pahami Prinsip Pencampuran Insektisida

Meskipun insektisida dapat dicampurkan dengan bahan lain, namun sobat tidak bisa melakukannya sembarangan. Sebab, hal itu hanya akan menimbulkan dampak negatif yang bisa merugikan sobat sendiri.

Baca juga: pengelompokan cara kerja insektisida, mudah dipahami

Pencampuran insektisida yang tidak tepat dapat menimbulkan reaksi kimia hingga membuat tanaman budidaya mati. Bahkan, berdampak pula pada kesehatan tubuh sobat sendiri. Saat akan melakukan pencampuran insektisida, sebaiknya sobat memperhatikan prinsip dasarnya, yaitu:

  • Jangan mencampurkan insektisida sejenis dengan cara kerja yang sama

  • Memahami urutan pencampurannya dengan tepat

Dari sini, penting sekali untuk sobat memahami jenis dan golongan insektisida yang akan digunakan. Jika sobat mencampurkan insektisida dengan golongan dan jenis sama, hasilnya tidak akan berubah sama sekali. Sehingga, pencampuran itu justru menjadi pemborosan insektisida saja.

Selain itu, pencampuran insektisida dengan bahan aktif sama berpotensi menimbulkan reaksi berupa adanya endapan maupun gumpalan atau lapisan seperti minyak. Kalau disemprotkan, hasilnya tidak akan merata dan tidak efektif sama sekali.

Begitu pula saat sobat mencampurkan dua insektisida dengan cara kerjasama, misalnya sistemik dengan sistemik atau kontak dengan kontak, hal ini pun tidak dianjurkan karena menurunkan keefektifannya. Sebaiknya, sobat mengkombinasikan sistemik dengan kontak, sehingga hasilnya tepat dan efektif.

Urutan Pencampuran Insektisida

Bagi sobat yang ingin tahu bagaimana cara mencampur insektisida, maka pahami urutan pencampurannya berikut ini:

  1. Urutan mencampur insektisida bisa dimulai dari urutan formulasi padat, seperti Wettable Powder (WP) atau Water Disperible Granule (WG)

  2. Selanjutnya, diikuti dengan formulasi water based, yaitu Soluble Liquid (SL) atau Suspension Concentrate (SC)

  3. Terakhir, formulasi yang bisa digunakan adalah berbasis minyak atau oil based, seperti Emulsible Concentrate atau EC.

Proses pencampuran insektisida itu bisa sobat lakukan dengan menggunakan media air. Sebab, jika sobat mencampurkan secara langsung, maka akan menimbulkan reaksi yang tidak terduga atau membahayakan.

Apakah Insektisida Boleh Dicampur dengan Pupuk Daun?

Sobat boleh mencampur insektisida atau fungisida dengan pupuk daun. Hal ini karena insektisida dan pupuk daun memiliki peran penting untuk meningkatkan hasil yang lebih optimal.

Pupuk daun memiliki kandungan unsur hara makro dan mikro lengkap yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Penyemprotan pupuk daun bertujuan agar memberikan asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman dalam mengoptimalkan pertumbuhan serta produksinya.

Sementara insektisida diaplikasikan untuk mengendalikan hama serta penyakit tanaman dengan tujuan sama, yaitu meningkatkan hasil produksi.

Dengan kata lain, insektisida dan pupuk daun bisa saling bersinergi agar meningkatkan kualitas serta kuantitas hasil panen.

Syarat dan Ketentuan Mencampur Insektisida dengan Pupuk Daun

Bagi sobat yang ingin mencoba mencampur insektisida dengan pupuk daun, pastikan untuk memperhatikan syarat dan ketentuannya terlebih dahulu, ya. Sebab, proses pencampuran ini tidak boleh boleh lakukan secara asal-asalan agar tidak menghilangkan fungsinya.

Berikut beberapa syarat dan ketentuan mencampur insektisida dan pupuk daun, yaitu:

  • Sobat dapat memilih pupuk daun yang memiliki pH larutan netral atau mendekati (pH 5,5-7,0), terutama yang mengandung unsur-unsur mikro dalam bentuk chelatte, seperti micronsel.
  • Pupuk daun dengan syarat di poin awal harus bisa dicampur dengan insektisida yang memiliki formulasi WP, EC, EW serta E.
  • Untuk insektisida yang larut terhadap air, seperti formulasi AS, SP, SL, SC maupun WSC, sebaiknya sobat lakukan uji kompatibilitas terlebih dahulu. Sebab, seringkali ada beberapa jenis yang kurang kompatibel saat dicampurkan.
  • Untuk insektisida dan fungisida yang memiliki sifat alkali seperti tembaga oksida dan tembaga hidroksida lebih baik diaplikasikan secara terpisah, sebab sifat alkali dari kedua pestisida berpotensi merubah struktur kimia pada formula dengan kandungan minyak yaitu EC, EW, E dan beberapa formula larut air yaitu AS,SL,SP,SC dan WSC.

Cara Mencampur Insektisida dan Pupuk Daun

Cara mencampur insektisida dengan pupuk daun ini bisa dilakukan sekaligus dengan uji kompatibilitas, yaitu:

  • Pertama, sobat bisa melarutkan pupuk daun dengan air
  • Selanjutnya, larutkan insektisida dengan air Campurkan kedua larutan itu sampai rata, dahulukan pencampuran larutan insektisida yang berbentuk tepung atau WP berikutnya SC, WSC kemudian SL dan yang terahir EC
  • Hasil pengujian kompatibilitas tersebut dapat dilihat setelah larutan dicampur dan di diamkan beberapa menit. Jika tidak terjadi apa-apa, seperti muncul gumpalan, maka sobat boleh mencampurkannya. Namun, jika terjadi gumpalan maka tidak boleh dicampurkan, ya. Sobat bisa mengaplikasikannya secara terpisah saja.

Ada 6 reaksi yang umumnya terjadi pada larutan campuran yang tidak kompatibel atau tidak sesuai, yaitu ditandai dengan perubahan sebagai berikut:

  1. Setelah dicampur terjadi penggumpalan atau terdapat gumpalan 

  2. Terdapat endapan

  3. Ada sesuatu yang mengapung

  4. Terjadi perubahan warna

  5. Terjadi perubahan suhu,biasanya suhu menjadi hangat atau panas,maka larutan campuran tersebut tidak kompatibel.

  6. Terjadi aroma yang sangat menyengat.


Kesimpulan 

Cara mencampur insektisida di atas mesti sobat pahami dengan baik agar proses pencampuran tidak mengalami kegagalan atau hal lainnya. 

Dengan begitu, sobat bisa mencampurkan insektisida dengan bahan lain, seperti pupuk daun secara tepat untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman.

Dengan begitu, tanaman milik sobat bisa tumbuh dan memberikan hasil panen terbaik. Itulah informasi seputar cara mencampur insektisida yang bisa sobat lakukan. 

Proses pencampurannya memang sangat mudah, tetapi sobat harus memperhatikan syarat dan ketentuannya agar proses pencampuran bisa berhasil dengan baik.