Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 jenis hama penggerek batang padi yang sering menyerang padi di indonesia

 Jenis Hama Penggerek Batang Padi

Hama penggerek batang padi yang ada di indonesia terdiri dari enam jenis, yaitu penggerek batang padi putih (scirpophaga innotata) ,penggerek batang padi bergaris (Chilo suppressalis) , penggerek batang padi kuning (Scirpophaga incertulas), penggerek batang padi kepala hitam (Chilo polychrysus Meyrick), penggerek batang padi berkilat (Chilo auricilius Dudgeo), penggerek batang padi merah jambu (Sesamia inferens) .

hama penggerek batang padi
Jenis Hama Penggerek Batang Padi (Litbangtan.go.id)
Namun dari keenam hama penggerek batang padi ini hanya empat jenis yang banyak berperan sebagai hama pada tanaman padi,yaitu penggerek batang padi putih (scirpophaga innotata), penggerek batang padi bergaris (Chilo suppressalis), penggerek batang padi kuning (Scirpophaga incertulas) dan penggerek batang padi merah jambu (Sesamia inferens) .
 
Penyebaran hama penggerek batang padi berbeda antar jenis yang satu dengan yang lainnya, tetapi siklus dan kerusakan yang disebabkan oleh serangan hama ini umumnya sama. 
 
Hama penggerek batang padi merupakan hama penting pada tanaman padi,yang berbahaya dari hama ini adalah larva yang berasal dari tetasan telur ngengat betina hama penggerek batang.
 
Larva hama penggerek batang padi yang baru menetas akan bergerak diantara daun padi menuju pangkal bawah tanaman padi dan mengerat bagian pangkal atau titik tumbuh. Ada kalanya larva akan masuk didalam batang padi dan mengerat dari dalam batang.

Untuk berpindah dari antar tanaman atau dari rumpun padi satu ke rumpun padi yang lain,larva hama penggerek batang padi akan mengeluarkan benang halus untuk bergelantung . Dengan demikian mobilitas larva akan lebih cepat.

Siklus Hidup Hama Penggerek Batang Padi

Dalam perkembangannya Hama penggerek batang padi memiliki beberapa stadia yaitu:

1. Stadia telur
Kelompok telur  Pb Padi (litbangtan.go.id)
Satu ekor ngengat betina dapat bertelur 170-260 butir, dan telur-telur ini akan diletakan pada pelepah daun ditutupi berupa rambut halus biasanya berwarna coklat kekuningan. Telur penggerek batang akan menetas antara 4 sampai 9 hari setelah diletakan.

2. Stadia larva
Larva Pb padi (Litbangtan.go.id)
Telur yang menetas akan menghasilkan Larva penggerek batang yang berwarna putih kekuningan dan memiliki panjang 21 mm,stadia ini berlansung 19-31 hari, namun jika mengalami keterlambatan perkembangan(diapause) akan berlansung selama 3 bulan.

3. Stadia pupa
Pupa Pb Padi (Litbangtan.go.id)
Sebelum menjadi serangga dewasa larva terlebih dahulu menjadi pupa, fase ini biasanya disebut fase istrahat,masa ini akan berlansung selama 6-12 hari.

4. Imago
Imago/ngengat Pb Padi (Litbangtan.go.id)
Imago adalah serangga dewasa setelah melewati fase pupa, imago dari penggerek batang memiliki ukuran dengan panjang tubuh ngengat betina sekitar 13 mm sedangkan imago jantan lebih pendek dari betina yaitu 11 mm.imago. Hama ini aktif dimalam hari.

Hama ini dapat menyerang di semua fase pertumbuhan tanaman padi dimulai sejak persemaian sampai dengan fase pembungaan. Telur yang menetas akan menghasilkan larva yang akan hidup didalam batang padi dan mengeratnya dari dalam.

Gejala Serangan Hama Pengerek Batang Padi

Jika hama ini menyerang padi dimasa vegetatif dampak serangannya akan disebut sundep, tanaman padi yang terkena sundep akan mudah di kenali dengan melihat ciri fisik.

Tanaman padi yang terserang sundep pada pucuknya akan terlihat berwarna kekuningan selanjutnya akan mengalami kelayuan, kering dan ahirnya mati.bila ditarik akan mudah sekali lepas dari pangkal titik tumbuh disebabkan larva telah mengerat titik tumbuhnya.

Sedangkan jika serangan terjadi pada masa generatif maka disebut beluk. serangan ini akan menyebabkan tejadinya kehampaan ,dimana malainya akan terlihat tegak berwarna putih tetapi bulir padinya hampa.

Pengendalian Hama Penggerek Batang Padi

Dalam sistem pertanian terpadu yang paling penting adalah pencegahan hama sebelum menyerang komoditas yang diusahakan,ada beberapa cara pencegahan hama penggerek batang diantaranya

1 .Pengelolan Pola Tanam
  • Melakukan penanaman secara serempak dengan interval waktu antara penanaman yang pertama dengan yang terahir maksimal 2 minggu.
  • Pergiliran tanaman dengan tanaman lain selain padi misalnya jagung 
  • Sebaiknya persemaian dilakukan berkelompok
2 .Pemanfaatan Cara Fisik dan Mekanis
  • Jika padi dipanen menggunakan combine,maka lakukan pemotongan pangkal batang padi serendah mungkin menggunakan mesin sensor brussh cuter,lalu lakukan penggenangan pada petakan supaya larva dan pupa penggerek batang mati.
3. Eradikasi
  • Pengumpulan jerami padi lalu dibakar dan lakukan pengolahan tanah sesegera mungkin.
4. Pemanfaatan Musuh Alami
  • Kelompok telur yang yang telah dikumpulkan dari persemaian dan pertanaman dipelihara agar parasitoid yang keluar dapat dilepaskan dipertanaman.
5. Penggunaan Insektisida
  • Penggunaan insektisida tentu haruslah dilakukan dengan bijaksana  agar tidak menimbulkan resitensi dan dampak negatif terhadap lingkungan. Pengendalian dengan insektisida dapat dilakukan jika populasi hama penggerek batang pada fase vegetatif sudah mencapai 20%.
Ada beberapa bahan aktif yang efektif yang dapat digunakan antara lain  Karbofuran (contoh merek dagang Furadan 3GR), bensultap/monosultap (contoh merek dagang Trisula 450SL), Karbosulfan (contoh merek dagang Marshal 200EC), Amitraz (contoh merek dagang Rotraz 200EC), Dimenhipo (contoh merek dagang Spontan 400SL) dan Fipronil (contoh contoh merek dagang Regent 50SC).

Namun perlu diingat,sebelum menggunakan insektisida baca terlebih dahulu informasi yang ada pada label kemasannya, ikuti petunjuk penggunaannya sesuai dengan yang terterapada kemasan.