Cara Membuat Kerupuk Gadung yang Lezat dan Maknyus
![]() |
| Kerupuk gadung |
Kerupuk gadung adalah salah satu camilan khas Indonesia yang terkenal dengan rasa yang gurih dan renyah. Terbuat dari tepung gadung, kerupuk ini memiliki cita rasa yang unik dan bisa menjadi teman yang sempurna saat bersantai atau menikmati hidangan.
Dalam artikel ini, kita akan membahas cara membuat kerupuk gadung yang lezat dan maknyus dengan langkah-langkah yang mudah diikuti.
1. Alat
Sebelum memulai proses pembuatan kerupuk gadung, ada baiknya kita menyiapkan alat-alat yang diperlukan. Berikut adalah alat-alat yang akan digunakan:
- Gelas ukur: Untuk mengukur air dengan akurat.
- Gayung: Untuk mengambil air.
- Pisau: Untuk memotong adonan kerupuk.
- Talenan: Sebagai alas untuk memotong adonan.
- Pengaduk kayu: Untuk mengaduk adonan.
- Panci: Untuk merebus air dan mengukus adonan.
- Ember: Untuk menampung adonan.
- Lumpang dan alu: Jika ingin menghaluskan bahan tambahan.
- Alat pemanas: Untuk memasak air.
- Alat pengukus: Untuk mengukus adonan kerupuk.
2. Bahan
Setelah alat-alat siap, kita perlu menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat kerupuk gadung. Berikut adalah bahan-bahan yang harus disiapkan:
- Tepung gadung: 1 kg
- Air: 500 cc
- Garam: 30 g
- Daun pisang atau lembaran plastik: Untuk membungkus adonan.
- Kemasan atau kantong plastik: Secukupnya untuk menyimpan kerupuk yang sudah jadi.
3. Cara Membuat
Setelah semua alat dan bahan siap, kita bisa mulai membuat kerupuk gadung. Berikut adalah langkah-langkahnya:
1. Mempersiapkan Adonan
Panaskan air dan garam: Pertama, tuangkan 500 cc air ke dalam panci dan tambahkan 30 g garam. Panaskan campuran ini hingga mendidih.
Membuat adonan: Setelah air mendidih, tuang air garam sedikit demi sedikit ke dalam baskom yang telah berisi 1 kg tepung gadung. Aduk menggunakan pengaduk kayu hingga semua bahan tercampur rata.
Baca juga: Cara membuat selai buah yang enak dan tahan lama
Pastikan adonan tidak terlalu cair dan tidak terlalu kental. Adonan yang baik adalah adonan yang mudah dibentuk dan tidak lengket di tangan.
2. Mengukus Adonan
Membungkus adonan: Setelah adonan siap, masukkan adonan ke dalam kantong plastik yang bersih atau bungkus dengan daun pisang. Pastikan adonan dibungkus dengan rapat agar tidak terkena air saat dikukus.
Mengukus adonan: Siapkan alat pengukus dan panaskan. Setelah itu, masukkan adonan yang sudah dibungkus ke dalam pengukus. Kukus selama kurang lebih 30-45 menit hingga adonan matang. Pastikan untuk memeriksa kematangan adonan secara berkala.
3. Mendinginkan Adonan
Mendinginkan adonan: Setelah adonan matang, angkat dari pengukus dan masukkan ke dalam ember berisi air dingin. Hal ini bertujuan agar adonan cepat dingin dan mengeras. Diamkan selama beberapa menit.
Mengeringkan adonan: Setelah adonan dingin, angin-anginkan adonan selama satu hari di tempat yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung. Proses ini penting agar adonan benar-benar kering dan siap untuk dipotong.
4. Memotong dan Mengeringkan Kerupuk
Memotong adonan: Setelah satu hari, adonan yang sudah mengeras bisa dipotong-potong menjadi bentuk tipis sesuai selera. Gunakan pisau yang tajam agar potongan rapi dan tidak hancur.
Baca juga: pembuatan keripik ubi Banggai dengan rasa yang khas
Mengeringkan potongan kerupuk: Jemur potongan kerupuk di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering. Pastikan potongan kerupuk tidak saling menempel agar kering secara merata. Proses pengeringan ini bisa memakan waktu beberapa jam hingga satu hari tergantung pada cuaca.
5. Mengemas Kerupuk
Mengemas kerupuk: Setelah kerupuk kering, masukkan ke dalam kemasan atau kantong plastik yang bersih. Pastikan kerupuk disimpan dalam wadah yang kedap udara agar tetap renyah dan tidak lembab.
Sumber: BPTP NTB
